LINGKUNGAN PENGENDAPAN SEDIMEN DI PERAIRAN GRESIK, JAWA TIMUR, BERDASARKAN ANALISIS MIKROFAUNA DARI CONTOH PEMBORAN INTI

  • I wayan Lugra Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Abstract

Berdasarkan hasil analisis mikrofauna dapat diketahui bahwa urutan lingkungan pengendapan daerah penelitian adalah sebagai berikut : dari kedalaman 40 m sampai 28 meter, adalah lagun pantai, dari 23,50 – 23m adalah neritik dalam, kedalaman antara 19,50 – 19m, lingkungan pengendapannya antara neritik dalam–neritik tengah, kedalaman antara 16 m sampai dengan 8,50 m, adalah lingkungan neritik dalam, sedangkan sampai kedalaman 0,5 m (-50 cm) adalah lingkungan lagun pantai. Endapan Holosen yang dapat dikenali pada BH-01 dan BH-02 adalah mulai dari permukaan dasar laut sampai dengan kedalaman 15 meter yang diendapkan pada lingkungan Neritik dalam. Sedangkan dari kedalaman 15 meter ke bawah adalah merupakan endapan yang berumur Plistosen yang diendapkan pada lingkungan Neritik dalam tengah dan lagun pantai. Model siklus pengendapan yang terjadi di daerah penelitian adalah dari pantai lagun pada jaman Plistosen kemudian terjadi transgresi (genang laut) pada akhi r Plistosen yang mengendapkan sedimen berlingkungan neritik, kemudian regresi (susut laut) pada awal Holosen sehingga diendapkan sedimen yang berlingkungan pantai lagun kemudian terjadi transgresi sehingga merendam endapan pantai lagun sekarang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bemmelen, R.W., van, 1949, The Geology of the Indonesia, Vol. !-A, Martinus Nijhhoff, The Hague Netherland.

Bolli, H.M., and Saunders, J.B., 1985, Oligocene to Holocene Low Latitude Planktic Foraminifera.In Bolli HM., Saunders, JB., and K Perch_Nielsen (Eds). 1985. Plankton Stratigraphy,Cambridge Univ. Press.

Lugra I W., Hakim, S., Wahib, A., Kurnio, H., Negara, M W., Salahuddin, M, 2002, Inventarisasi Potensi Gas Biogenik di Perairan Lepas Pantai Selat Madura Jawa Timur, Laporan Taknis PPPGL (tidak dipublikasi)

Saito, T, Thompson P.R and Breger D., 1981. Recent and Pleistocene Planktonic Foraminifera.University of Tokyo Press, 190 p.

Sukardi, 1992, Geologi Lembar Surabaya dan Sapulu, Jawa Timur, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.

Troelstra ,S.R.,G.J.Klaver,A.Kleijne,D.Kroon,L.J.van Marle,W.Meyboom, P.J. van de Paverd,M.Situmorang dan I.M. van Waveren, 1989. Actuomicropaleontology and sediment distribution of three transects across the Banda Arc. Indonesia. (Snellius Expedition II, Cruise G-5). Netherlands Jour. Of Sea Res. V.24, n. 4, p.477-489.

Yassini,I and Jones, B.G. , 1995. Foraminifera and Ostracoda from Estuar ine and shelf Environments on the southeastern coast of Australia. The University of Wollongong Press. Northfields Avenue, Wollongong, NSW 2522, Australia., 269p.

Published
2009-11-12
Section
Buletin Sumber Daya Geologi