SUATU PEMIKIRAN UNTUK MEMANFAATKAN POTENSI BATUBARA FORMASI TANJUNG DIDAERAH LEMO, KALIMANTAN TENGAH SEBAGAI KOKAS

  • Deddy Amarullah Pusat Sumber Daya Geologi

Abstract

Di daerah Lemo, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah terdapat
dua formasi pembawa batubara, yaitu Formasi Tanjung yang berumur Eosen Akhir dan Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah-Akhir. Batubara yang terdapat pada Formasi Tanjung termasuk kedalam batubara peringkat tinggi (“high rank coal”), sedangkan yang terdapat pada Formasi Warukin termasuk kedalam kelompok batubara peringkat rendah-menengah (“low-medium rank coal”). Geologi batubara daerah Lemo seperti sebaran, ketebalan serta sumberdaya batubaranya telah diselidiki. Berdasarkan hasil analisis proksimat, batubara pada Formasi Tanjung mempunyai potensi sebagai batubara kokas, dicirikan oleh kisaran angka “volatile matter”, kandungan abu dan kandungan “sulphur” yang sesuai dengan yang diperlukan untuk kokas, { “volatile matter” (adb) 19 % - 31 %, kandungan abu (adb) 6 % - 12 %, dan kandungan “sulphur” (adb) 0,4 % - 1,0 %}. Diharapkan ada kajian lebih lanjut untuk batubara Formasi Tanjung agar bisa dimanfaatkan sebagai kokas, melalui analisis petrografi organik, “free swelling index”, “fluidity”, “dilatation”, “gray
king coke” dan “roga index”.

References

Abdul Wahib drr, 2004, Kajian Agregat di Perairan Muara Sungai Sambas, Kabupaten Sambas,Kalimantan Barat, Pusat Pengembangan Geologi Kelautan Bandung, tidak dipublikasi

Brenninkmeyer, B.M., 1978, Heavy Mineral, The Encyclopedia of Sedimentology, Encyclopedia of Earth Sciences, Volume VI. Ed. By W Rhodes W. Fairbridge & Joanne Bourgeois, Dowden, Huttington & Ross Inc., pp 400-402

Cronan, D.S., 1980, Underwater Mineral, Academic press, 362p.

E Rusmana, drr., 1993, Peta Geologi Lembar Sambas / Siluas, Kalimantan Sekala 1 : 250.000,Puslitbang Geologi, Bandung

Paul F. Kerr,1961, Optical Mineralogy, Colombia University

Published
2009-05-14
Section
Buletin Sumber Daya Geologi