TINJAUAN BAHAN GALIAN TERTINGGAL PADA WILAYAH BEKAS TAMBANG DI INDONESIA

  • Sabtanto Joko Suprapto Pusat Sumber Daya Geologi

Abstract

            Sejarah pertambangan di Indonesia telah dimulai sejak lebih dari seribu tahun lalu, diawali dengan kedatangan emigran dari Cina yang menambang emas di beberapa wilayah, dilanjutkan pada jaman Hindu, pendudukan Belanda, dan Jepang. Kegiatan pertambangan selain oleh pelaku usaha pertambangan menggunakan peralatan berteknologi tinggi, banyak juga pertambangan rakyat menggunakan peralatan sederhana dengan kapasitas yang sangat terbatas. Kurun waktu panjang kegiatan pertambangan di banyak wilayah telah meninggalkan bekas tambang yang pengakhirannya disebabkan oleh berbagai latar belakang atau alasan.

Berakhirnya kegiatan pertambangan tidak selalu disebabkan oleh habisnya sumber daya atau cadangan bahan galian yang diusahakan, namun terdapat faktor yang mempengaruhinya seperti  keterbatasan teknologi, aspek sosial, dan permodalan. Hal tersebut dapat menyebabkan kegiatan penambangan terhenti sehingga memungkinkan adanya bahan galian tertinggal pada wilayah bekas tambang yang masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan.

References

Djunaedi, E.K., dan Putra, C., 2006. Inventarisasi Potensi Bahan Galian pada Wilayah PETI, di Daerah Kamipang, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung

Djunaedi, E.K., dan Sukaesih, 2007. Inventarisasi Potensi Bahan Galian pada Wilayah PETI, di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung

Garwin, S.,1994. The Geology of the Mesel Gold Deposits and Implication for Ratatotok District Exploration, Elsevier, Amsterdam

Gunradi, R., dan Djunaedi, E.K., 2003. Evaluasi Potensi Bahan Galian pada Bekas Tambang dan Wilayah PETI di Daerah Monterado, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Bandung

Hutamadi, R., dan Usman, Z., 2003. Pemantauan dan Pendataan Bahan Galian pada Bekas Tambang dan Wilayah PETI di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Bandung

Keyser, F & Sinay, J.N., 1993. History of Geoscientific in West Kalimantan, Indonesia, Journal of Australian Geology & Geophysics, NSW.

Lahar, H., dan Kamal, S., 2004. Evaluasi Sumber Daya dan Cadangan Bahan Galian untuk Pertambangan Sekala Kecil di Daerah Lembar Manado, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Bandung

Prijono., 1968. Tjikotok Gold Mine, P.N. Tambang Mas Tjiikotok, Tjikotok

PT. Freeport Indonesia, 2006. Grasberg. Buku Pendamping Tur 2006. PT. Freeport Indonesia, Jakarta

Rohmana dan Gunradi, R., 2006. Inventarisasi Bahan Galian Pada Wilayah PETI, Daerah Kotarawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung

Rohmana dan Tain, Z., 2006. Inventarisasi Bahan Galian pada Wilayah PETI Daerah Kampar, Provinsi Riau, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung

Tain, Z., Suprapto, S.J., dan Suhandi., 2003. Pemantauan dan Evaluasi Konservasi Sumber Daya Mineral di Daerah Belang, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Direktorat, Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Bandung

Van Leeuwen, T.M., 1994. 25 Years of Mineral Exploration and Discovery in Indonesia, Elsevier, Amsterdam

Wahyudi, T., dan Yusuf, R., 2004. Penambangan dan Pengolahan Emas di Indonesia. Sejarah Pertambangan Emas di Indonesia, Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara, Bandung

Section
Buletin Sumber Daya Geologi