POTENSI KANDUNGAN MINYAK DALAM BITUMEN PADAT, DAERAH PADANGLAWAS, SUMATRA BARAT

  • Tobing Tobing Pusat Sumber Daya Geologi

Abstract

Secara geologi, bitumen padat di daerah kajian terdapat pada struktur sinklin dari Formasi Telisa Atas (Miosen Tengah), terletak pada daerah perbukitan landai berupa suatu lapisan tunggal yang tebal, lebih dari 100 m. Endapan bitumen padat tersebut mengandung material organik yang tinggi ditunjukkan dengan total kandungan organik karbon (TOC) yang berkisar dari 3.13 % sampai 14.80 %. Hasil analisis organik petrografi menunjukkan bahwa endapan bitumen padat di daerah penelitian dapat diklasifikasikan ke dalam bitumen padat jenis sapropelik yang didominasi oleh maseral alginit. Berdasarkan analisis Rock-eval pirolisis pada sejumlah conto terpilih, diagram plot HI terhadap OI memperlihatkan bahwa material organik sebagai source (batuan induk) hidrokarbon dikategorikan sebagai penghasil minyak (oil prone) kerogen tipe II dimana material organik dominan adalah alginit dan liptinit.
Sedangkan plot TOC terhadap (S1+S2) menunjukkan bahwa batuan induk mempunyai potensi menghasilkan minyak dengan kategori ‘baik’ sampai ‘istimewa’ (good – excellent). Analisis gas chromatography terhadap dua conto menunjukkan kecenderungan ‘peak height’ yang relatif sama dimana
rasio antara pristane/pithane adalah 1,32 dan 0,57 yang menunjukkan bahwa bitumen padat diendapkan pada lingkungan lakustrin yang dipengaruhi oleh marin. Potensi bitumen padat di daerah ini sangat besar dengan sumber daya hipotetik lebih dari 2.800 juta ton atau setara dengan 421.483.922 barrel minyak mentah. Mengingat sumber dayanya yang besar dan pencapaiannya yang relatif mudah, daerah penelitian mempunyai peluang untuk dieksploitasi.

References

Carnell, A., Butterworth, P., Hamid. A., Livsey, A. Barton, J., and Bates, C., 1998. The brown shale of Central Sumatera: a detailed geological appraisal of a shallow lacustrine source rock.Proceedings Indonesian Petroleum Association. 26th Annual Convention, Jakarta.

De Coster, G.L., 1974. The Geology of The Central and South Sumatera Basin. Proceeding Indonesia Petroleum Association, 4th Annual convention.

Herudiyanto, 2007. Brief discussion on the Rock-eval/pyrolysis analysis results of some Kutei Basin coal samples, compare to those of petrological results (in prep).

Ilyas, S., 1989. Laporan Survei Tinjau Sumber Daya Batubara Daerah Kuantan Mudik, Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau. Direktorat Sumber Daya Mineral, Bandung.

----------- 2003. Laporan Inventarisasi Batubara Kawasan Lintas Propinsi di Daerah Padanglawas, Kabupaten Sawahlunto – Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau. Direktorat Sumber Daya Mineral, Bandung

Peters, K. E., 1988. Guidelines for evaluating petroleum source rock using programmed pyrolysis. In,Beaumont, E. A., and Foster N. H., Geochemistry. Treatise Petroleum Geology. Reprint Series No. 8.

Rosidi, H. M. D., Tjokrosapoetro, S., Pendowo, B., Gafoer, S., dan Suharsono, 1996. Peta Geologi Lembar Painan dan Bagian Timurlaut Lembar Muarasiberut, Sumatera. Skala 1:250.000. Puslitbang Geologi, Bandung.

Silitonga, P.H., dan Kastowo, 1975. Peta Geologi Lembar Solok, Sumatera. Skala 1 : 250.000. Puslitbang Geologi, Bandung.

Tissot, B. P., and Welte, D. H., 1984. Petroleum Formation and Occurrence. Second Revised and Enlarged Edition. Springer Verlag, Berlin, Heidelberg, New York, Tokyo. 699 pp.

Tobing, S.M., 2000. Laporan Survei Pendahuluan Endapan Bitumen Padat di Daerah Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat. Direktorat Inventarisasi Sumberdaya Mineral, Bandung.

----------- ., 2005. Laporan Inventarisasi Bitumen Padat dengan ‘outcropdrilling’ di daerah Sungaidareh, Kab. Sawahlunto - Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat. Direktorat Inventarisasi Sumberdaya Mineral,

Bandung.

Section
Buletin Sumber Daya Geologi