CIRI KHAS STRUKTUR TAHANAN JENIS DI DAERAH PANAS BUMI TEMPERATUR TINGGI: STUDI KASUS DAERAH PANAS BUMI JABOI-PULAU WEH

  • Edi Suhanto Pusat Sumber Daya Geologi
  • Sri Widodo Pusat Sumber Daya Geologi
  • Kasbani Kasbani Pusat Sumber Daya Geologi

Abstract

Anomali  tahanan  jenis  rendah  yang  teramati  pada  sistem    panas    bumi  di  lingkungan   vulkanik    sangat  penting   untuk menentukan   target-target  eksplorasi.    Anomali-anomali       tahanan jenis  secara umum memperlihatkan   anomali    rendah  di suatu zona di atas resevoir  panas bumi.  Suatu model   khas tentang  struktur  tahanan jenis  dari daerah  panas  bumi   di lingkungan   vulkanik  telah dikaji  oleh  beberapa  ahli geofisika  untuk mengerti  faktor-faktor  yang   mernpengaruhi   tahanan  jenis   di daerah  panas bumi, dimana memperlihatkan     bahwa  produk-produk lempung    konduktif   dari   hasil    alterasi  hidrotermal   adalah  yang   paling   umum  sebagai penyebab   keberadaan     tahanan jenis rendah di atas reservoir.

Penyelidikan     tahanan jenis   listrik   de Schlumberger    telah dilakukan  di daerah  panas bumi Jaboi,   Pulau Weh,  Nangroe Aceh Darussalam    pada tahun  2005.   Hasilnya    memperlihatkan    suatu  delineasi   zona  tahanan  jenis  rendah    yang   berkaitan   dengan  zona prospek panas   bumi Jaboi.  Pola   sebaran   lateral   tahanan jenis   memperlihatkan       zona-zona  outflow    ke arah  mata  air panas  Jaboi  dan Keuneukai.   Struktur  tahanan jenis   memperlihatkan    suatu  lapisan  konduktif  kaya  mineral  lempung   berbentuk  cendawan   dimana puncaknya rnendekat ke permukaan  di bawah daerah fumarola Jaboi  dan  ke sisi-sisinya  sernakin mendalam,  dengan ketebalan  yang bervariasi   antara  200 m di daerah   furnarola  sampai  1100 m jauh  di luar  fumarola,   Hasil  perbandingan   memperlihatkan    bahwa delineasi zona rendah  dan kecenderungan   bentuk  anomali  tahanan  jenis  daerah  Jaboi  ini rnempunyai   kemiripan   dengan  tipikal struktur tahanan jenis di daerah vulkanik   bertempatur  tinggi.

References

nderson E., Crosby D., and Ussher G (2000). Bull-eye Simple resistivity imaging to reliably loCate the geothermal reservoir.

ProCeeding World Geothernwl Congress 2000.

anwell, C. J. and Macdonald, W.J.P, 1965. Resistivity surveying in New Zealand thennal areas. Commonwealth Mining and

Metallurgical Congress, Australia and ?ew Zealand, New Zealand Section pp I- 7.

Jhnston, J.M., Pellerin, L. and Hohmann, G. W. ( 1992). Evaluation of electromagnetic methods for geothermal reservoir detection. Geothermal Resources Council Transaction, Vol. 16 pp 241-245.

:isk. 1986. Reconnaissance and follow-up resistivity surveying of New Zealand geothermal fields. ProC. 8th New Zealand Geothermal Workshop 1986, pp 7 5-80.

;uhanto, E. and Soemantri, M., 2003. Geophysical study of Mangolo geothermal field, Kolaka Southeast Sulawesi. ProC. 6th Annual Convercnce of INAGA.2003.

Jssher G .. Harvey C., Johnstone R., and And~rson E. (2000). Understanding the resistivities observed in geotheru1al systeJll5 PrnCeeding World Geothermal Congress 2000.

Section
Buletin Sumber Daya Geologi